AAL dan CTSS IPB University Perkuat Kapasitas Tim Keberlanjutan melalui Pelatihan Keanekaragaman Hayati

PT Astra Agro Lestari (AAL) melalui Astra Agro Academy (AAA) bekerja sama dengan Center for Transdisciplinary and Sustainability Sciences (CTSS) IPB University menyelenggarakan pelatihan bertajuk Biodiversity and Ecosystem Sustainability Training pada 22–26 September 2025 di fasilitas pelatihan PT Sukses Tani Nusasubur, Penajam Paser Utara.

PT Astra Agro Lestari (AAL) melalui Astra Agro Academy (AAA) bekerja sama dengan Center for Transdisciplinary and Sustainability Sciences (CTSS) IPB University menyelenggarakan pelatihan bertajuk Biodiversity and Ecosystem Sustainability Training pada 22–26 September 2025 di fasilitas pelatihan PT Sukses Tani Nusasubur, Penajam Paser Utara. Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta dari berbagai unit operasional Astra Agro Group yang tersebar di Kalimantan, Sulawesi, Sumatra, dan Head Office Jakarta.

Pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen Astra Agro Lestari untuk memperkuat kompetensi sumber daya manusia di bidang pengelolaan lingkungan dan keberlanjutan. Selama lima hari, para peserta mendapatkan pembekalan mendalam mengenai pengelolaan keanekaragaman hayati, konservasi spesies, serta pendekatan lanskap yang menyeimbangkan aspek produksi dan ekologi.

Dalam sambutannya saat pembukaan, Ibu Susila Darma Wati, perwakilan Astra Agro Lestari, menegaskan bahwa keberlanjutan merupakan prinsip yang harus dihidupkan dalam seluruh lini operasional perusahaan. Menurutnya, pengelolaan kebun sawit yang baik tidak hanya diukur dari produktivitas, tetapi juga dari kemampuan perusahaan menjaga keseimbangan antara manusia dan alam. “Konservasi bukanlah kegiatan terpisah dari bisnis, melainkan bagian dari strategi perusahaan dalam memastikan sistem yang kita kelola tetap lestari untuk generasi berikutnya. Melalui pelatihan ini, kami berharap setiap peserta dapat melihat lanskap perkebunan sebagai satu kesatuan ekosistem, bukan sekadar area produksi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ibu Susila menekankan bahwa pemahaman terhadap biodiversitas bukan hanya tanggung jawab tim lingkungan, tetapi juga bagian dari kesadaran kolektif seluruh karyawan. “Setiap orang memiliki peran dalam menjaga keberlanjutan. Semangat ini yang ingin kami tanamkan lewat program pelatihan dan kerja sama dengan CTSS IPB University,” tambahnya.

Senada dengan itu, Prof. Damayanti Buchori, Ketua CTSS IPB University, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara dunia akademik dan sektor industri dalam menerapkan pendekatan ilmiah untuk keberlanjutan. Ia menekankan bahwa keberlanjutan sejati hanya dapat dicapai jika ada integrasi antara ilmu pengetahuan, kebijakan, dan tindakan nyata di lapangan. “Kita tidak bisa bicara keberlanjutan tanpa memahami sistem alam yang menopangnya. Melalui pelatihan ini, kami ingin mengembalikan cara pandang ekosistem sebagai fondasi utama dari semua aktivitas manusia, termasuk sektor pertanian dan perkebunan,” jelasnya.

Prof. Damayanti juga menambahkan bahwa inisiatif Astra Agro Lestari untuk membuka ruang dialog dan pembelajaran bersama akademisi adalah langkah penting dalam membangun praktik agribisnis yang lebih reflektif dan bertanggung jawab. “Keberlanjutan bukan hanya tentang apa yang kita tanam, tetapi tentang bagaimana kita memahami relasi antara manusia, spesies lain, dan lanskap yang kita kelola bersama,” tuturnya.

Selama pelatihan, peserta mengikuti kombinasi sesi kelas dan kegiatan lapangan yang dipandu oleh para ahli dari IPB University dan mitra internasional. Materi mencakup pengantar konsep biodiversitas, pendekatan lanskap, pengamatan burung dan herpetofauna, hingga aspek keselamatan dan etika dalam penelitian lapangan. Kegiatan lapangan dilakukan di area hutan dan sekitar waduk di dalam konsesi PT Sari Lembah Subur, di mana peserta belajar langsung mengenali spesies indikator serta menerapkan metode pemantauan ekologi yang sesuai dengan prinsip konservasi.

Pelatihan ini juga menjadi ruang refleksi bagi para peserta untuk memahami hubungan antara praktik agronomi dan fungsi ekosistem. Dengan tingkat kehadiran mencapai 100 persen dan antusiasme tinggi, para peserta menunjukkan semangat belajar dan partisipasi aktif dalam setiap sesi.

Kegiatan ditutup oleh Dr. Bandung Sahari, Chief Agronomy and Sustainability Officer PT Astra Agro Lestari, bersama Prof. Christian Schulze, akademisi dari University of Vienna yang turut menjadi fasilitator. Dalam penutupan, Dr. Bandung menyampaikan bahwa pengelolaan lanskap sawit yang berkelanjutan membutuhkan pemahaman ekologis yang kuat dan komitmen bersama. “Data, observasi, dan pengalaman lapangan seperti ini menjadi dasar penting dalam mengambil keputusan yang berpihak pada keseimbangan antara produktivitas dan keberlanjutan,” ujarnya.

Pelatihan Biodiversity and Ecosystem Sustainability menandai langkah berkelanjutan Astra Agro Lestari dan CTSS IPB University dalam memperkuat kapasitas insan perkebunan untuk memahami, menjaga, dan mengelola sumber daya alam secara bertanggung jawab. Kolaborasi ini menjadi wujud sinergi antara sains dan praktik bisnis, yang diharapkan dapat menjadi model pembelajaran bagi sektor agribisnis di Indonesia.

Share

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp