Center for Transdisciplinary and Sustainability Sciences (CTSS) IPB University kembali menyelenggarakan Graduate Student Sustainability Seminar (GSSS) ke-21 dengan topik “Finebubble Technology for Sustainable Production.” Seminar yang berlangsung secara daring melalui platform Zoom dan disiarkan langsung di YouTube CTSS ini menghadirkan Prof. Dr. Aris Purwanto, Guru Besar Teknik Biosistem dari Fakultas Teknologi Pertanian IPB University, sebagai narasumber utama.
Dalam sambutannya, perwakilan CTSS menyampaikan bahwa GSSS merupakan forum rutin yang dirancang untuk memperkuat kapasitas mahasiswa pascasarjana dalam memahami isu keberlanjutan dari berbagai perspektif disiplin ilmu. Melalui seminar ini, CTSS berupaya membuka ruang dialog lintas bidang untuk membahas solusi inovatif yang mendukung transisi menuju sistem produksi yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Prof. Aris Purwanto memaparkan bahwa Finebubble Technology—teknologi gelembung mikro hingga nano—telah menunjukkan potensi besar untuk diterapkan dalam berbagai sektor seperti pertanian, akuakultur, pengolahan air, dan industri. Teknologi ini memanfaatkan gelembung berukuran sangat kecil yang mampu meningkatkan kelarutan oksigen di air, mempercepat reaksi biologis, serta memperbaiki efisiensi proses produksi.
“Finebubble tidak hanya berfungsi sebagai teknologi aerasi, tetapi juga berperan penting dalam memperbaiki kualitas lingkungan produksi, menekan konsumsi energi, dan meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya,” jelas Prof. Aris.
Ia menambahkan bahwa penerapan finebubble mampu memberikan dampak nyata terhadap keberlanjutan sistem produksi. Di sektor pertanian, misalnya, teknologi ini dapat meningkatkan penyerapan hara oleh tanaman, memperbaiki pertumbuhan akar, serta mengurangi ketergantungan terhadap input kimia berlebih. “Kita bisa memanfaatkan prinsip fisika sederhana dengan efek ekologis yang signifikan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prof. Aris menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam riset dan pengembangan teknologi finebubble. Menurutnya, sinergi antara bidang teknik, biologi, dan ekonomi sangat diperlukan agar teknologi ini dapat diimplementasikan secara efektif di tingkat industri maupun komunitas.
“Pendekatan yang integratif menjadi kunci agar teknologi tidak berhenti di laboratorium, tetapi benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan,” tutupnya.
Melalui penyelenggaraan GSSS secara berkelanjutan, CTSS IPB University menegaskan komitmennya dalam mengembangkan ekosistem akademik yang kolaboratif dan responsif terhadap tantangan keberlanjutan. Seri seminar ini diharapkan dapat menjadi wadah inspiratif bagi mahasiswa dan peneliti muda untuk memperluas wawasan serta berkontribusi dalam penciptaan solusi inovatif bagi masa depan yang berkelanjutan.


