Desa Palanggay, NTT: Membangun Ekowisata Berbasis Masyarakat

Masyarakat di Desa Palanggay meyakini bahwa mereka sanggup dan pasti bisa untuk mengembangkan dan mengelola obyek wisata yang ada di desa mereka. Mereka memiliki harapan untuk mengembangkan wisata yang ada di Desa Palanggay sehingga bisa dikenal diseluruh Indonesia bahkan dunia
CTSS-Feature Image_Essay_776x400 (11)

Kegiatan ini didanai oleh Bappenas melalui ICCTF dalam program The Coral Reef Rehabilitation and Management Program – Coral Triangle Initiative (COREMAP-CTI). Program ini dilaksanakan oleh Center for Transdisciplinary and Sustainability Sciences (CTSS) IPB University bersama dengan anggota konsorsium lainnya yaitu YAPEKA, Yayasan Penabulu dan Indonesia Ocean Pride (IOP). CTSS bersama anggota konsorsium lainnya melaksanakan kegiatan Paket 2, yaitu “ Pemanfaatan Kawasan Konservasi Perairan oleh Masyarakat Secara Berkelanjutan di Laut Sawu”.

Salah satu program yang dilaksanakan dari proyek ICCTF yaitu “Pelatihan Pengembangan Ekowisata berbasis Komunitas di Sumba Timur” di Desa Palanggay dilaksanakan tanggal 23-24 September 2021. Pelatihan tersebut memberikan kesempatan yang sama kepada laki-laki dan perempuan untuk berpartisipasi dalam pelatihan tersebut. Suara dari anggota masyarakat baik laki-laki dan perempuan juga didengarkan sebagai input untuk perencanaan pengembangan ekowisata di Desa Palanggay.


Kegiatan obyek wisata di Desa Palanggay, sudah ada selama beberapa tahun ini. Namun, belum ada proses pengelolaan secara swakelola ataupun oleh masyarakat lokal. Belum ada sistem yang dibangun untuk pengelolaan obyek wisata oleh komunitas. Turis wisata berasal dari desa sebelah atau Kota Kecamatan di Waingapu. Belum ada retrisbusi ataupun pemungutan biaya masuk untuk ke lokasi wisata. Masyarakat hanya melihat ada wisatawan yang datang ke obyek wisata yang ada di desa mereka. Dampak sampah sudah terlihat di pinggir pantai seperti sampah bekas botol air minum, sabun cuci, dan bungkus makanan instan juga sudah mulai terlihat. Jika obyek wisata tidak dikelola dengan baik, maka keruskaan alam akibat perbuatan manusia pun tidak dapat dihindari.

Berdasarkan hasil diskusi pada forum pelatihan, maka peserta pelatihan memetakan beberapa obyek wisata yang potensial untuk dikembangkan di Desa Palanggay. Diantaranya adalah wisata pantai, terumbu Karang bertingkat, budidaya rumput laut serta wisata kampung adat. Dengan adanya beberapa obyek wisata yang ada, maka aksi yang akan ditampilkan Pemandangan laut dan pantai, terumbu karang, Ikan terperangkap diantara karang, wisata pancing, tarian adat, pembuatan tenun ikat di kampung adat.

Masyarakat di Desa Palanggay meyakini bahwa mereka sanggup dan pasti bisa untuk mengembangkan dan mengelola obyek wisata yang ada di desa mereka. Mereka memiliki harapan untuk mengembangkan wisata yang ada di Desa Palanggay sehingga bisa dikenal diseluruh Indonesia bahkan dunia. Mereka meyakini dengan bekerja keras dan bekerjasama dengan pemerintah setempat, pendapatan masyarakat desa akan meningkat sehingga kesejahteraan masyarakat di Desa Palanggay juga akan meningkat.

Share

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published.