CTSS IPB University bersama PRAKARSA Gelar Public Lecture tentang Keuangan Berkelanjutan

Sustainable finance itu bagian yang sangat penting dalam sustainability sehingga kegiatan ini bertujuan agar kami belajar lebih banyak tentang sustainable finance dan hubungannya dengan sustainable development
sustainable finance

Center for Transdisciplinary and Sustainability Sciences (CTSS) IPB University adakan public lecture bersama PRAKARSA yaitu lembaga penelitian dan advokasi kebijakan berbasis organisasi masyarakat. Kegiatan tersebut diselenggarakan pada Selasa, 12/12 di IPB International Convention Center, Bogor.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memberikan pengetahuan kepada publik, termasuk mahasiswa dan dosen mengenai konsep sustainable finance, peningkatan kesadaran terkait pentingnya reformasi ekonomi dan ekologi untuk transisi yang berkeadilan.

Kepala CTSS IPB University, Prof Damayanti Buchori menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dipelopori oleh PRAKARSA yang sudah lama berkecimpung dalam isu sustainable finance, sementara CTSS berkecimpung dalam bidang sustainability sains.

“Sustainable finance itu bagian yang sangat penting dalam sustainability sehingga kegiatan ini bertujuan agar kami belajar lebih banyak tentang sustainable finance dan hubungannya dengan sustainable development,” ucapnya.

Ia berharap diskusi dan dialog yang terjadi bisa memberikan pengetahuan kepada partisipan tentang hubungan antara sustainability sains dan sustainability finance itu sendiri.

Direktur Eksekutif PRAKARSA sekaligus Koordinator Koalisi Responsibank Indonesia Ah Maftuchan mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mendiskusikan, merencanakan dan mengupayakan hal yang baik bagi perkembangan masyarakat, lingkungan dan khususnya iklim dunia bisnis keuangan yang berkelanjutan.

“Kami berniat untuk mendorong partisipasi organisasi masyarakat sipil untuk bekerja di isu keuangan berkelanjutan. Sehingga dalam kerja kami selalu mengedepankan kolaborasi, pendekatan multi pihak dan multidimensi, hal ini harus terus kita tingkatkan di dalam mendorong sustainable finance,” ungkapnya.

Wakil Rektor Bidang Konektivitas Global, Kerjasama dan Alumni, Prof Iskandar Z Siregar mengatakan, kegiatan ini menjadi aspek yang sangat penting untuk terus belajar terutama bagi mahasiswa dan dosen.

“IPB University memiliki kepentingan memodernisasi kurikulum melalui sustainable finance, sehingga nantinya mahasiswa kami lima tahun kedepan akan lebih literate mengenai sustainable financing,” ujar Prof Iskandar.

Hadir sebagai Keynote Speech, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan – Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Ediana Rae yang menjelaskan mengenai “Arah Kebijakan dan Strategi Penerapan Keuangan Berkelanjutan”.

“Indonesia bertekad mendorong keuangan berkelanjutan guna memfasilitasi transisi menuju perekonomian rendah karbon, tercermin dengan diperluasnya definisi keuangan berkelanjutan yaitu pembiayaan transisi menuju pertumbuhan ekonomi
yang berkelanjutan,” tuturnya.

Ia melanjutkan, besarnya potensi dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh perubahan iklim menjadi katalisator dalam berbagai praktik penerapan Environmental, Social and Governance (ESG) oleh para regulator dan pengembang standar internasional di seluruh dunia, termasuk sektor jasa keuangan.

“Aspek risiko iklim menjadi penting dalam pengambilan keputusan pembiayaan sehingga integrasi risiko terkait iklim ke dalam aspek tata kelola, strategi bisnis, dan kerangka kerja manajemen risiko menjadi hal yang krusial namun tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,” jelasnya.

Share

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp