Center for Transdisciplinary and Sustainability Sciences (CTSS) IPB University kembali menyelenggarakan forum Transdisciplinary Thought and Transformation (TTT) yang ke-28 dengan tema “Eksplorasi Dampak Masuknya Teknologi Baru terhadap Tradisi Berburu Paus di Lamalera.”
Forum ini menjadi ruang refleksi ilmiah bagi akademisi, peneliti, dan masyarakat luas untuk menelaah bagaimana kehadiran teknologi modern mempengaruhi nilai-nilai, sistem pengetahuan lokal, serta keberlanjutan sosial-ekologis komunitas tradisional di Indonesia.
Dalam paparannya, Andrew Schauf, menjelaskan bahwa perubahan cara hidup masyarakat setempat tidak semata disebabkan oleh perkembangan alat tangkap, tetapi juga oleh transformasi relasi sosial dan ekonomi yang dibawa oleh teknologi baru. “Teknologi tidak hanya mengubah cara mereka beraktivitas, tetapi juga mengubah cara mereka memahami dunia, termasuk relasi mereka dengan laut dan makhluk hidup di dalamnya,” ujarnya.
Kepala CTSS IPB University, Dr. Damayanti Buchori, menegaskan bahwa forum TTT merupakan wadah untuk menghadirkan dialog lintas disiplin yang terbuka, kritis, dan berakar pada konteks lokal Indonesia. “Cita-cita besar CTSS adalah membangun pengetahuan tentang sustainability science versi Indonesia,” ujarnya. “Melalui forum seperti TTT, kami berupaya menghubungkan ilmu pengetahuan, kebijakan, dan kearifan lokal agar teknologi dapat digunakan tanpa mengorbankan nilai kemanusiaan dan keberlanjutan kehidupan.”
Forum TTT sendiri merupakan kegiatan rutin CTSS yang telah menjadi trademark lembaga ini dalam mengembangkan cara berpikir out of the box tentang isu-isu keberlanjutan. Melalui pendekatan transdisiplin, CTSS mengajak berbagai pihak — mulai dari akademisi, praktisi, pembuat kebijakan, hingga masyarakat adat — untuk bersama-sama mencari jalan tengah antara modernitas dan tradisi, serta antara kemajuan teknologi dan kelestarian lingkungan.
Dengan semangat kolaboratif tersebut, TTT ke-28 diharapkan tidak hanya menjadi ajang diskusi akademik, tetapi juga langkah konkret dalam membangun jembatan pemahaman antara sains dan budaya, menuju masa depan keberlanjutan yang inklusif bagi seluruh kehidupan di bumi.


