Forum Afternoon Discussion on Redesigning the Future ke-17 mengangkat isu “Exploring the Key Concepts of Traditional Foodways. Kegiatan ini membahas peran strategis pangan tradisional dalam memperkuat sistem pangan berkelanjutan di tengah tantangan global.
Prof. Damayanti Buchori, Direktur CTSS IPB University menegaskan bahwa pendekatan pangan tradisional memiliki relevansi kuat dalam menjawab tantangan tersebut.
“Kami melihat bahwa traditional foodways tidak hanya merepresentasikan warisan budaya, tetapi juga menawarkan pendekatan sistemik dalam membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan. Pendekatan ini mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi secara utuh,” kata Prof. Damayanti Buchori.
Dalam kegiatan ini, Agni Malagina yang hadir menjadi narasumber memaparkan tantangan dan peluang sistem pangan global. Ia menjelaskan bahwa sistem pangan saat ini menghadapi tekanan yang semakin kompleks akibat perubahan iklim dan gangguan rantai pasok.
“Sistem pangan global saat ini menghadapi tekanan akibat perubahan iklim, gangguan rantai pasok, dan ketergantungan terhadap komoditas tertentu. Kondisi ini menuntut pendekatan alternatif yang lebih adaptif dan berbasis lokal.”
Ia juga menekankan bahwa pangan tradisional memiliki keunggulan dalam mendukung keberlanjutan sistem pangan. “Pangan tradisional menyediakan diversifikasi sumber pangan, menjaga keanekaragaman hayati, serta memperkuat resiliensi komunitas lokal dalam menghadapi krisis.”
Dalam sesi ini, Agni Malagina juga membahas strategi untuk merancang ulang sistem pangan masa depan. Ia menekankan pentingnya integrasi antara inovasi modern dan praktik tradisional.
“Upaya redesigning the future harus dimulai dari pengakuan terhadap pengetahuan lokal. Sistem pangan masa depan perlu dibangun dengan mengintegrasikan inovasi modern dan praktik tradisional.”
Forum ini mendorong pemangku kepentingan untuk mengintegrasikan konsep foodways ke dalam kebijakan pembangunan pangan. Para peserta juga menekankan pentingnya riset dan inovasi berbasis kearifan lokal untuk mendukung sistem pangan yang inklusif dan berkelanjutan.
Kegiatan ini mengajak akademisi, pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun sistem pangan yang tangguh. Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan ketahanan pangan sekaligus melestarikan budaya pangan lokal.


