Dalam Podcast Nusantara, Arto Biantoro berbincang dengan Prof. Husin Alatas, Kepala Center for Transdisciplinary and Sustainability Science (CTSS) IPB University sekaligus peneliti fisika teoritis. Percakapan ini menelusuri titik temu antara fisika, kearifan lokal, dan cara leluhur Nusantara memahami alam. Menurut Prof. Husein, fisika bertumpu pada pengamatan dan pengukuran. Dalam pengertian itu, masyarakat terdahulu juga merupakan pengamat yang tekun: mereka membaca perubahan lingkungan, mengenali tanda-tanda musim, serta membangun aturan hidup yang menjaga hubungan manusia dengan alam.
Dari konsep sistem kompleks, hukum kekekalan energi, hingga umwelt, cara setiap makhluk menangkap realitas melalui inderanya,diskusi ini mengajak kita melihat bahwa kehidupan tersusun dari hubungan yang saling mempengaruhi. Contohnya, pemanfaatan laron sebagai penanda musim dan larangan menebang pohon pada waktu tertentu memperlihatkan bagaimana pengamatan alam dapat diwariskan melalui praktik maupun cerita.
Lalu, bagaimana fisika memandang kisah moksa? Prof. Husein membahas kemungkinan dimensi tambahan sebagai salah satu gagasan teoretis, tetapi menegaskan bahwa kaitannya dengan cerita moksa masih berupa spekulasi dan belum dapat dipastikan. Di sinilah pentingnya sikap ilmiah: terbuka pada pertanyaan, tetapi tetap berpegang pada bukti, pengamatan, dan pengukuran.
Sebab, rasa ingin tahu menuntut kita terus belajar, menguji, dan merawat ingatan. Saksikan percakapan ini untuk menelusuri kembali warisan pengetahuan Nusantara serta mempertanyakan apa yang mungkin luput dari cara kita memahami alam hari ini.
Penasaran bagaimana fisika menjelaskan misteri moksa dan apa yang dapat kita pelajari dari pengetahuan leluhur Nusantara? Simak percakapan selengkapnya bersama Prof. Husin Alatas dalam video berikut.


