Tackling Food Loss and Waste, Driving Transformation Through Innovation and Collaboration

Webinar yang membahas pangan dan keamanan pangan di Indonesia dan global
CTSS-IPB

Center for Transdisciplinary and Sustainability Science (CTSS) IPB University bersama Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) mengadakan dialog dalam bentuk webinar bertema Mengatasi Susut dan Limbah Pangan, Mendorong Transformasi melalui Inovasi dan Kolaborasi.” Webinar ini merupakan rangkaian series webinar dari Task Force 4: Food Security and Sustainable Agriculture yang merupakan Task Force dalam Think 20 (T20).

Kepala CTSS IPB University, Prof Damayanti Buchori menerangkan webinar ini bertujuan untuk memfasilitasi pertukaran ide dan pengalaman tentang kolaborasi multi stakeholder dalam mengurangi permasalahan susut dan limbah pangan. Ia menyebut, dengan adanya kolaborasi ini diharapkan dapat membantu mengatasi masalah limbah pangan di Indonesia.

”Dengan kerjasama internasional, diharapkan dapat mendukung setiap negara mengatasi susut dan limbah pangan. Dengan demikian, upaya ini diharapkan dapat meningkatkan produksi pangan dan berdampak positif pada perekonomian,” kata Prof Damayanti Buchori.

Dalam sambutannya Ir Medrilzam, Direktur Lingkungan Hidup Bappenas menyampaikan tentang pentingnya perubahan mindset dari semua pihak dari hulu ke hilir. Ia menernagkan, produksi tidak hanya fokus hanya pada peningkatan produktivitas tetapi juga efisiensi.

“Dalam permasalahan Food Waste and Loss Masyarakat sebagai konsumen didorong untuk lebih bijak dalam konsumsi agar dapat mengurangi mubazir pangan,” katanya.

Ia menegaskan, kolaborasi menjadi kata kunci terutama terkait pengelolaan rantai pasok pangan perlu. Pihaknya juga mendorong Presidensi G20 dan T20 untuk dapat dijadikan momentum knowledge sharing serta memberikan pemikiran inovatif berbagai kebijakan baik di tingkat global maupun nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Prof Dominicus S. Priyarsono, pakar ilmu ekonomi dari IPB University menerangkan bahwa permasalahan data Food Loss and Waste di Indonesia menyiratkan belum adanya awareness dan prioritas dalam mengatasi permasalahan ini. Ia menyebut bahwa dalam kolaborasi internasional, yang perlu didorongkan adalah upaya mengurangi food rejection terkait quality control dan food safety.

“Upaya ini sama pentingnya dengan mengatasi hambatan non tarif handling dan mendorong koordinasi publik dan swasta,” kata Prof Dominicus, dosen IPB University.

Indah Budiani, Direktur Eksekutif IBCSD, mengatakan bahwa kegiatan diskusi hari ini diharapkan dapat memberikan masukan untuk G20. Masukan tersebut diberikan melalui penyusunan policy brief sebagai jalan keluar permasalahan food loss and waste dalam mendorong sustainable development.

“Dengan adanya diskusi ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi kebijakan, yang dapat didiskusikan hingga ke tingkat  internasional,” katanya.

 

 

Share

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published.