Transidisciplinary Tea Talk CTSS IPB University Bahas Penerapan Transdisiplin di Pertanian Organik

Pertanian organik merupakan contoh penting dalam implementasi transdisiplin secara langsung. Konsep ini menyatukan berbagai pihak untuk duduk bersama dalam mewujudkan keberlanjutan ekosistem.

Center for Transdisciplinary and Sustainability Sciences (CTSS) IPB University kembali menyelenggarakan Transdisciplinary Tea Talk, 28/8. Seri diskusi ini membahas tentang Knowledge in the making: Embodying transdisciplinary moments on organic agriculture in Yogyakarta.

Prof Rilus A Kinseng, Fellows Coordinator, CTSS IPB University menerangkan topik yang dibahas menarik karena diangkat dari penelitian langsung di lapangan. “Topik ini menarik, semoga para peserta bisa enjoy dan mendapat pengetahuan baru tentang transdisiplin,” kata Prof Rilus A Kinseng, dosen IPB University dari Fakultas Ekologi Manusia.

Diskusi ini mengundang Dimas D Laksmana, Chair of Critical Development Studies Southeast Asia, Passau University. Dalam kesempatan ini, ia berbagi cerita tentang penelitiannya yang dilakukan di pertanian organik di Yogyakarta.

Ia menjelaskan, penelitian ini bertujuan untuk memahami keberlanjutan pertanian organik di Indonesia. Ia menyebut, penelitian ini juga ingin mengetahui bagaimana adopsi pertanian organik idi Indonesia bisa lebih didorong.

“Dari pertanian organik ini, saya belajar bahwa pengetahuan lintas disiplin itu sangat diperlukan, karena berkaitan satu sama lain,” kata Dimas.

Ia mencontohkan, terkait kelembagaan, maka ilmu sosial humaniora lebih diperlukan, sedangkan untuk sertifikasi pertaniannya maka ilmu pertanian yang lebih diperlukan.

“Konsep pertanian organik ini membuat kita belajar tentang pentingnya keberlanjutan ekosistem, hal ini karena pertanian organik lebih mementingkan peran organisme daripada bahan kimia,” kata Dimas

Share

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp