CTSS IPB University Gelar TTT: Bahas Strategi Mengubah Ide Menjadi Dampak Nyata dalam Proyek Pembangunan

Center for Transdisciplinary and Sustainability Sciences (CTSS) IPB University kembali menyelenggarakan forum diskusi bertajuk Transdisciplinary Tea Talk (TTT) yang ke-29, dengan tema “From Concept to Impact: Designing & Delivering Development Projects”. Kegiatan ini menghadirkan praktisi pembangunan internasional, Praise Ukar, sebagai narasumber utama.

Center for Transdisciplinary and Sustainability Sciences (CTSS) IPB University kembali menyelenggarakan forum diskusi bertajuk Transdisciplinary Tea Talk (TTT) yang ke-29, dengan tema “From Concept to Impact: Designing & Delivering Development Projects”. Kegiatan ini menghadirkan praktisi pembangunan internasional, Praise Ukar, sebagai narasumber utama.

Direktur CTSS IPB University, Prof. Damayanti Buchori, dalam pembukaannya menyampaikan bahwa forum TTT merupakan ruang berbagi pengetahuan lintas disiplin yang bertujuan memperkuat kapasitas dalam ilmu keberlanjutan, khususnya di konteks negara kepulauan tropis seperti Indonesia. CTSS sendiri berperan sebagai pusat pemikiran (think tank) yang mengintegrasikan riset, pelatihan, dan pengajaran di bidang keberlanjutan.

Dalam pemaparannya, Praise Ukar menekankan bahwa tantangan utama dalam proyek pembangunan bukan terletak pada kurangnya ide, melainkan pada kemampuan mengubah ide tersebut menjadi konsep yang matang dan dapat diimplementasikan. “Sering kali ide gagal bukan karena buruk, tetapi karena tidak terkonseptualisasi dengan baik,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa tahap konseptualisasi merupakan fase paling krusial dalam siklus proyek. Pada tahap ini, perancang proyek harus mampu mengidentifikasi masalah secara jelas, menentukan kelompok sasaran, serta merancang pendekatan yang relevan dengan konteks lokal dan kapasitas yang tersedia.

Lebih lanjut, Praise menguraikan siklus hidup proyek pembangunan yang mencakup tahapan ide, pengembangan konsep, desain, persetujuan, implementasi, hingga evaluasi dan pasca-evaluasi. Ia juga menekankan pentingnya theory of change sebagai kerangka untuk menjelaskan hubungan antara masalah, intervensi, hasil, dan dampak yang diharapkan.

Dalam konteks pengelolaan sumber daya alam, ia menggarisbawahi lima isu utama yang perlu diperhatikan, yaitu risiko iklim, kehilangan keanekaragaman hayati, tekanan terhadap sumber air, degradasi lahan, serta aspek sosial-ekonomi masyarakat. Menurutnya, proyek yang baik harus mampu mengintegrasikan seluruh aspek tersebut secara holistik.

Selain itu, Praise menyoroti pentingnya data dasar (baseline data) yang kuat sebagai fondasi perencanaan dan evaluasi proyek. Data tersebut mencakup aspek biofisik, sosial-ekonomi, kelembagaan, serta dukungan kebijakan. Tanpa baseline yang memadai, proses monitoring dan evaluasi akan sulit dilakukan secara efektif.

Isu kepemilikan (ownership) juga menjadi perhatian utama. Ia menegaskan bahwa keterlibatan pemangku kepentingan sejak tahap perancangan sangat menentukan keberhasilan implementasi proyek. “Jika proyek dirancang tanpa melibatkan stakeholder, maka akan sulit untuk dijalankan di lapangan,” jelasnya.

Dalam sesi diskusi, peserta menyoroti berbagai tantangan, termasuk bagaimana memastikan proyek benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, serta bagaimana menjaga keberlanjutan setelah pendanaan berakhir. Menanggapi hal tersebut, Praise menekankan pentingnya strategi keluar (exit strategy) yang dirancang sejak awal, serta penguatan kapasitas individu dan komunitas agar tidak bergantung sepenuhnya pada proyek.

Ia juga menambahkan bahwa keberlanjutan tidak semata-mata bergantung pada ketersediaan dana, tetapi pada sejauh mana ide dan praktik proyek dapat diadopsi dan dilanjutkan oleh masyarakat. “Keberlanjutan sejatinya adalah bagaimana suatu inisiatif dapat hidup melampaui proyek itu sendiri,” ujarnya.

Melalui forum ini, CTSS IPB University berharap dapat terus mendorong penguatan kapasitas generasi muda dan praktisi dalam merancang proyek pembangunan yang tidak hanya inovatif, tetapi juga berdampak nyata dan berkelanjutan.

 

Share

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp