2nd Transdiciplinary Tea Talk “From Quarks to Society: Understanding Emergent Properties, Complexity and The Inter-connectedness of Life”

Hasil dari penjelasan ketiga pakar ini adalah semakin banyak kita mengetahui, semakin banyak juga pertanyaan-pertanyaan baru yang muncul. Disinilah peran ilmu transdisiplin yang mengkoordinasikan berbagai bidang ilmu di dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan baru ini, sehingga dapat dihasilkan solusi-solusi baru yang dibutuhkan oleh umat manusia.
CTSS_2nd_Tea Talk

Pusat Kajian Sains Keberlanjutan dan Transdisiplin (PKSKT) atau Center for Transdisciplinary and Sustainability Sciences (CTSS), yang merupakan pusat kajian yang memfokuskan pada pengembangan dan pembangunan sains keberlanjutan dan transdisiplin, mengadakan rangkaian diskusi berseri yang bernama Transdisciplinary Tea Talk. Ini merupakan rangkaian program diskusi yang diselenggarakan oleh PKSKT IPB, yang khusus memperbincangkan tentang bagaimana kajian transdisiplin dapat diterapkan untuk mencapai keberlanjutan di dalam kehidupan.

Dalam acara ini tampil  tiga pembicara, masing-masing merupakan pakar ahli dari bidang ilmu yang berbeda-beda: (1) Prof. Dr. Husin Alatas, M.Si., Guru Besar Fisika Teori FMIPA IPB; (2) Prof. Dr. Antonius Suwanto, M.Sc., Guru Besar Mikrobiologi FMIPA IPB; dan (3) Dr. Ir. Rilus Kinseng, M.Si., Peneliti Sosiologi Departemen SKPM IPB. Prof. Husin dan Dr. Rilus juga merupakan Peneliti di PKSKT.

CTSS_2nd_Tea Talk_01

Diskusi The 2nd Transdisciplinary Tea Talk dimulai dengan kata sambutan dan dipimpin oleh Direktur PKSKT, Prof. Dr. Damayanti Buchori. Masing-masing pembicara menjelaskan tentang fenomena Emergent Properties menurut bidang ilmu yang ditekuni. Emergent properties sendiri secara defenisi merupakan interaksi antar komponen dalam sistem tersebut menimbulkan sesuatu yang baru yang memiliki sifat tertentu. Prof. Dr. Husin Alatas, M.Si. yang menjelaskan Fisika Teori, tentang Emergent Properties di tingkat sub-atom, Quarks, dan fenomena Quantum Entanglement, dimana observasi yang kita lakukan terhadap sebuah atom dapat mempengaruhi atom lain di tempat yang berbeda secara serentak. Sementara Prof. Dr. Antonius Suwanto, M.Sc., menjelaskan tentang fenomena Emergent Properties di tingkat selular, bagaimana sekumpulan bakteri bioluminesensi pada cumi-cumi dapat melakukan hal komunal di luar fungsinya sebagai individu pada jumlah tertentu; serta peran mikrobiota usus manusia yang berfungsi sebagai otak kedua.  Diskusi diakhiri oleh Dr. Ir. Rilus Kinseng, M.Si yang menjelaskan Emergent Properties dari tingkatan masyarakat dan sisi ilmu Sosiologi, dimana Emergent Properties merupakan hasil dari interaksi antar individu-individu baik pada level mikro, meso, maupun makro di dalam masyarakat, yang menghasilkan beragam norma, aturan maupun kebiasaan kolektif.

CTSS_2nd_Tea Talk_02

Hasil dari penjelasan ketiga pakar ini adalah semakin banyak kita mengetahui, semakin banyak juga pertanyaan-pertanyaan baru yang muncul. Disinilah peran ilmu transdisiplin yang mengkoordinasikan berbagai bidang ilmu di dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan baru ini, sehingga dapat dihasilkan solusi-solusi baru yang dibutuhkan oleh umat manusia.

Materi:

Share

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published.