The 12th Transdisciplinary Tea Talk A “Sains Ekosofi Bagi Keberlanjutan Umat”

Prof Hadi Alikodra menjelaskan semua agama mengajarkan umatnya untuk memiliki kepedulian terhadap rumah bersama, yaitu bumi dan alam semesta. Tidak hanya itu, agama juga mengajak umatnya untuk sungguh-sungguh membangun kesadaran, bertobat dan bertindak memelihara bumi seisinya, dan mewariskan bumi yang baik kepada anak cucu manusia.

7TH Graduate student monthly Sustainability seminar “SPEDAGI Movement untuk Era Baru Kehidupan”

CTSS-GSMSs 7

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi memungkinkan orang tinggal di mana saja, sehingga desa maju-sejahtera, mandiri-lestari akan membantu mewujudkan keseimbangan desa-kota (Cyral). Lahirnya “The Purpose Generation” sekarang ini sebuah indikator nyata fenomena Spiriterial. Revitalisasi Desa yang digerakkan generasi ini akan membawa kehidupan global menuju era Cyral-Spiriterial dimana cita-cita keberlanjutan kehidupan memiliki harapan besar untuk diwujudkan.

CTSS IPB Fellows Meeting

CTSS-Image Post_CTSS IPB Fellows Meeting_740x410px

Manfaat fellow, lanjut Prof Damayanti, adalah sebagai wadah pengembangan keilmuwan dan pengalaman, tempat berjejaring dan pemanfaatan akses serta fasilitas dari PKSKT LPPM IPB University. Fellow ini dapat diikuti oleh berbagai lapisan masyarakat seperti akademisi, birokrat, pengusaha, tokoh masyarakat, maupun profesi lainnya.

CTSS IPB University Holds Board Meeting

The discussion continues to the input or suggestion stage of the boards. The discussion that resulted from the Board Meeting included the need for socialization and networking within and outside IPB University so that CTSS IPB University could be widely known.

The 1st Afternoon Discussion on Future Science “Life After Covid-19 Pandemic”

CTSS_1st_Afternoon DIscussion

Disinilah sebenarnya dilihat ketangguhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam menghadapi pandemic ini. Bagi akademisi, musibah ini mendorong untuk lebih fokus memikirkan sejumlah konsep termasuk metodologi, kombinasi triangulasi data kedua metode kuantitatif dan kualitatif sehingga melahirkan metode adaptif yang dapat menjawab tantangan Pandemic Covid-19. Sains harus digunakan untuk membuat kebijakan yang holistic tidak lagi sektoral.