The 12th Transdisciplinary Tea Talk A “Sains Ekosofi Bagi Keberlanjutan Umat”

Prof Hadi Alikodra menjelaskan semua agama mengajarkan umatnya untuk memiliki kepedulian terhadap rumah bersama, yaitu bumi dan alam semesta. Tidak hanya itu, agama juga mengajak umatnya untuk sungguh-sungguh membangun kesadaran, bertobat dan bertindak memelihara bumi seisinya, dan mewariskan bumi yang baik kepada anak cucu manusia.

CTSS IPB University Hadirkan Pakar Konservasi Alam Bahas Ekosofi

Center for Transdisciplinary and Sustainability Science, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (CTSS LPPM) IPB University kembali menggelar seri diskusi transdisiplin, 2/3. Seri diskusi kali ini menghadirkan Prof Hadi Alikodra, pakar konservasi alam IPB University.

Kepala CTSS IPB University, Prof Damayanti Buchori menjelaskan serial diskusi transdisiplin dikemas menggunakan nama Transdisciplinary Tea Talk. Seri diskusi ini dihadirkan oleh CTSS IPB University untuk mengisi relung-relung yang mungkin masih kosong terkait sustainability.

“Sustainability bukan yang biasa-biasa saja, tetapi sustainability yang ada spiritualisme dan lain sebagainya,” ungkap Prof Damayanti.

Terkait sustainability yang ada aspek spiritual, Prof Hadi Alikodra menjelaskan semua agama mengajarkan umatnya untuk memiliki kepedulian terhadap rumah bersama, yaitu bumi dan alam semesta. Tidak hanya itu, agama juga mengajak umatnya untuk sungguh-sungguh membangun kesadaran, bertobat dan bertindak memelihara bumi seisinya, dan mewariskan bumi yang baik kepada anak cucu manusia.

“Saat ini bumi sedang mengalami krisis dan pada saat yang sama, kita dihadapkan dengan berbagai tantangan kehidupan,” ujar Prof Hadi.

Oleh karena itu, katanya, diperlukan rumusan-rumusan sains dan kebenaran seperti rumusan sains ekosofi. Rumusan ekosofi ini berusaha mengajak umat manusia untuk kembali menuju jalan kebenaran dan mewujudkan sustainability bagi bumi beserta isinya.

Prof Hadi menjelaskan, prinsip ekosofi merupakan filosofi keseimbangan yang bijak berlandaskan kesatuan utuh tiga dimensi yaitu intelektual, spiritual, dan emosional. “Dengan sains ekosofi, kita harus sadar bahwa ilmu adalah rumusan menuju kebenaran dan kita membutuhkan ini untuk meniti kehidupan di dunia atau di akhirat. Kita juga harus memastikan rem dan gas, kapan kita harus ngerem dan kapan kita harus ngegas,” ujar Prof Hadi.

Lebih lanjut Prof Hadi menjelaskan, untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan, perlu menerapkan kapasitas pembangunan transdisiplin berkelanjutan dengan koordinasi, integrasi dan sinkronisasi.

“Kesemuanya ini, diperlukan konsistensi dan kesiapan dukungan leadership sumberdaya manusia,” pungkas Prof Hadi.

Materi Prof. Alikodra Sains Ekosofi Bagi Keberlanjutan Umat

Share

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published.